Malam hari ini, di ibu kota Amerika Serikat, "Washington D.C.":
Dengan dihadiri oleh jajaran redaksi, CEO, dan penerbit, majalah "Foreign Policy" menyelenggarakan sesi diskusi yang dilanjutkan dengan jamuan makan malam untuk menghormati Yang Mulia Sekretaris Jenderal LMD, Ketua Organisasi Ulama Muslim, Syekh Dr. Mohammed Alissa
. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, intelektual, media, dan politik terkemuka.
Sesi tersebut membahas berbagai isu dan topik yang berkaitan dengan peran serta perhatian keagamaan dan intelektual.
Yang Mulia menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan kepadanya, dan dalam kesempatan tersebut, beliau juga membahas isi “Piagam Makkah” serta karakteristik utama yang membedakannya.
Para hadirin memberikan apresiasi terhadap gagasan dan isi piagam tersebut yang mencerminkan keluasan cakrawala Islam, serta merepresentasikan toleransi agama Islam yang mulia dan nilai-nilai hidup berdampingan dengan semua pihak, di samping pembahasannya terhadap berbagai isu kontemporer.
Piagam ini berada di garis depan dokumen keagamaan kontemporer, yang ditandatangani oleh lebih dari 1.200 tokoh termasuk mufti dan ulama, serta konferensinya dihadiri oleh lebih dari 4.500 pemikir Islam. Piagam ini juga telah diadopsi oleh negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang merekomendasikan pemanfaatannya di lembaga keagamaan, pendidikan, dan budaya di negara-negara Islam. Saat ini, banyak imam di seluruh dunia sedang menjalani pelatihan mengenai isi piagam tersebut sebagai bentuk implementasi dari rekomendasi OKI.
Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah isu kontemporer di kancah internasional, sejalan dengan misi dan tujuan yang diemban oleh Liga Muslim Dunia.